Senin, 29 Oktober 2012

5 hari, sudah

Hari ini genap 5 hari aku ga pegang handphone. lebih tepatnya mainan handphone.
Kenapa???
Ada yang tahu??

Iya,, jawabannya karena handpon saya mati. mungkin rusak? soalnya gak bisa dihidupin.
Huufttt.......
dan masalahnya aku gak tahu kalo ada info penting yang masuk. Gimana enggak coba? aku belum punya handphone lagi. Mau beli, entar-entar dulu deh. Tapi kalo gak beli, aku gak tahu siapa aja yang sms, dan temen-temen yang ber-relasi sama aku.

Tapi dengan gak pegang handphone saat ini ada sisi baik dan buruknya juga. Baiknya ya lebih ngirit pulsa juga, bisa konsentrasi sama hal-hal yang lebih penting. Buruknya ga bisa ngakses info dari teman-teman.huhuhh:(

Minggu, 21 Oktober 2012

melupakanmu





aku tidak pernah meminta untuk mengenalmu.
aku tidak pernah meminta untuk melihatmu.
aku tidak pernah meminta  kau untuk ada di depanku maupun disampingku.
tapi kau hadir begitu saja.
seperti patung yang melekat di tempat.
apa ada lem di kakimu????
huhh?




seiring berjalannya waktu,
aku tahu itu semua palsu.
lem,
hilang dengan sendirinya,
begitu terkena air terus-menerus.
dan aku kini mencoba menahan air disudut mata.

berada di padang rumput yang luas,
bisa menhirup udara bebas,
sebebas-bebasnya.
tanpa mendengar suaramu,
tanpa mendengar tawamu.

lepas.
seperi merpati terbang tinggi diangkasa.








melepasmu.
adalah hal paling indah.
 :-)

Kamis, 11 Oktober 2012

capek

Tuhan.
Maaf. Jika aku lemah saat ini. Aku benar-benar ingin mengeluh.

Capek.
Itu adalah satu kata yang ingin aku ucapkan saat ini.
Ingin aku berteriak sekencang-kencangnya untuk melampiaskan semuanya.
Namun, hati ini tak bisa begitu lepas dari belenggu yang sedang hinggap.

Capek.
Begitu membuatku frustasi.
Walaupun aku tahu, capek ini tidak ada rasanya dibandingkan rasa capek kedua orang tuaku.
Selalu membuatku sedih dan meneteskan air mata.

Tuhan.
Apa salah jika aku menginginkan sesuatu?
Apa salah jika aku terlalu optimis?
Apa salah jika aku terlalu bernafsu?

Mungkin tidak semua orang paham akan diriku.
Tidak semua orang mengerti aku.

Hanya Kau, aku, yang mengerti akan diriku.
Salah.
Hanya Kau yang sepenuhnya tahu aku seperti apa.
Kadang, akupun tidak bisa menilai diriku sendiri.


Minggu, 07 Oktober 2012

Berjalan dalam Proses

Menapaki jalan tidak selalu bertemu dengan kemulusan. Kadang bertemu jalan berliku adalah hal wajar karena itu adalah suatu kelengkapan dalam hidup. Mengejar sesuatu yang diinginkan adalah keinginan setiap orang pastinya. Namun, jangan lah lupa akan rintangan yang selalu menghadang di setiap titik. Disetiap kelengahan rintangan akan hadir merasuki kepercayaan diri dan menimbulkan ketidak pastian. Makanya keinginan itu tidak langsung didapatka dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan. Butuh sebuah proses entah itu pendek atau kah proses yang panjang. Yang pasti tetap menjalani apa yang menjadi pendirian dan tetap berdoa, berusaha agar proses tiu tidak jatuh ke belakang dan semakin tenggelam dalam waktu.






Sabtu, 06 Oktober 2012

bukan hanya senyuman











Minggu, 1 Juli 2012.
Aku dan teman-teman Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (HIMA IAN) berbagi tawa dan canda dengan anak-anak di Panti Asuhan IBNU FATTAH yang beralamatkan di Karangtengah Kidul, Margosari, Pengasih, Kulonprogo, Yogyakarta. Persiapan sebelum hati H kemaren hari minggu 30 Juni bener-bener asyik. ga tau mau bilang apa sih? entah asyik? sebel sama temen sendiri? atau apa pun itu namanya. rencana awal hari terakhir survei di mulai jam 3 sore, gara-gara sedikit hal kecl yang ga begitu penting akhirnya jadi molor satu jam an dari yang direncanakan. Berangkat dari kampus jam 4 sore. Itu juga belum semuanya lancar karena ada yang tersesat sampai ke malioboro saat menuju panti asuhannya. wkwkwkwkwkwkwkwkwk,, glodakkkkkkk....
mau shopping apa mbak Indrastuti Nur Ramadhani (mbak Dani) dan mas Syarif Hidayat (mas Syarif)??? maaf juga deh kalo aku ngasih petunjuk jalnnya kurang jels, soalnya juga diburu waktu sih. Untungnya mbak Rizky Zerunnisa (mbak Kiki) dan mas Seno Aji F (mas Seno) nyusul mereka, kalo ga mana mungkin jadi. 6 motor 11 orang. Berangkat dari kampus bareng-bareng, eeeee... di jalan pada misah-misah semua. Ada yang kebablasen lah, ada yang kesasar lah,, capaek dehhh??!!
Gak cuma itu aja kejadian pas mau ke panti, aku sama Fahmi Briliant Fuadi (Fuad) yang boncengan waktu itu pas di lampu merah terakhir menuju panti, ban belakang sepeda motor kempes, dan untungnya juga ada mas Erdhianto Arya Pratama (mas Arya) dibelakang aku sama Fuad. Sebelumnya mas Arya juga salah jalan. hehehehhee.... (makanya besok-besok kalo belom hafal jalan bawa peta dunia aja deh, biar gak pada nyasar).. huehuehue... Lalu aku nebeng mas Arya dan ninggalin Fuad, bukan ninggalin sih?! Tapi pergi ke panti duluan dan sementara Fuad nyari bengkel, tapi susah nyari bengkel karena jarang ada bengkel di sekitar daerah disana. Sampai di panti asuhan kira-kira udah puku 5 sore, dan itu aku sama mas Arya gak langsung masuk ke dalam karena baru ada acara pengajian atau apa ya itu?? aku dan mas Arya nunggu di deket pohon bambu. hahahaa...... serem?? gak ya.. dan selang beberapa menit Mbak Kiki, Mas Seno, Mas Syarif, dan Mbak Dani nyampe juga, setelah Dira, Akhsin dan Fuad nyampe karena mereka berdua nyasar (Dira dan Akhsin) yang nyasar entah kemana. Dan ternyata Mbak Dani kelaperan karena belum makan, hohohoho... dan akhirnya salah berdua dari kita mencari gorengan untuk mengisi perut yang kosong, dapatlah tahu kentacki, yah, walaupun gak banyak cukup lah untuk mengganjal perut masing-masing anak.xixixixixi^_^ oya kelupaan, ada Mas Coas sang ketua kita,, kakakakak(. )( .)"~
Setelah sekian lama, (ciieeeelahh lama, padahal gak nyampe 30 menit) menunggu akhirnya masuk juga ke panti, dan bertemuu dengan Pak Sardjito, salah satu engurus di panti Ibnu Fattah. Perbincangan yang tidak lama pun akhirnya dilanjutkan dengan membuat garis lapangan utnuk acara minggu paginya, dan mempersiapkan segala sesuatu agar tidak ada yang terlupakan. Nah, pas membuat garis lapangan di halaman panti yang lumayan besar anak-anak cowok yang ada ikut nimbrung dan ngobrol bareng Ahksin, Mas Coas, dll. Mereka malah pada ngajak main, dan foto-foto, hehehhee.... aku juga pengen foto, #LOLLLL#
Terdengar kumandang adzan solat maghrib, kami pun aku dn yang lain pun ikut solat berjamaah di masjid yang ada di panti. Rasanya adem, nyaman. Sehabis solat maghrib Mas Syarif masih aja ngebersihin kerikil-kerikil kecil yang ada di dalam garis rafia yang dibuat tadi. Aku melihat beberapa anak perempuan yang mengeluarkan piring dan nasi. aku kira mereka saatny makan malam. eeeeee ternyata kami yang disuruh untuk makan. Waduhh?!!! jadi gak enak sendiri nih? (pikirku dan yang lainnya). Tapi sudah terlanjur dikeluarkan masak tidak disentuh sih, jadi serba gak enak ini. huehuehueee...jam menunjukkan pukul setengah 7 malam dan akhirnya kami pun berpamitan denga pak jito untuk pulang. Sesampainya di kos aku tidak langsung istirahat, tapi aku mempersiapkan untuk besok paginya.
Pagi-pagi sekali, pukul 6 pagi aku harus berangkat dari kampus menuju panti terlebih dahulu untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum panitia yang lain datang. Aku, Fuad, Mbak Dani, dan Akhsin berangkat menuju panti asuhan dan bertemu dengan Mbak Kiki terlebih dahulu di SMA 1 Yogyakarta kemudian berangkat bareng. Sesampainya di panti kami meminta ijin ke Pak Sardjito untuk menata tempat yang akan digunakan nantinya. Menyiapkan tikar, meja, oundsystem dan microfon dan dilanjutkan dengan menyiapkan media untuk permainan bersama adik-adik. melihat aku dan Mbak Kiki mengambil air, adik-adik yang cewek juga ikutan nimbrung, eeee alhasil jadi rame dan agak berantakan dehh.. tapi gak papa yang penting happyyyyyy......^^
Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi, dan yang lain belum juga sampai ditempat. Padahal pembukaan acara ini dimulai pada jam 8, tapi mana yang lainnya? og pada belum keliatan? huhh... aku dan yang lain( yang sudah di panti terlebih dulu) sempat panik, tapi akhirnya sekitar pukul 08.30 mereka sampai juga.^-^"
Mulailah dengan dibuka dan tilawah dari perwakilan dari panti, namanya Ulfa ( dia dari Flores, bisa sampai sini karena dibawa oleh mahasiswa UIN, kalo ga salah denger ya aku??? hehehehee) suaranya bagus deh.. setelah itu mulai diisi motivasi, yah memberikan motivasi untuk adik-adik supaya mandiri dan semangat menjalani hari-hari walapun jauh/tanpa orang tua di dekat mereka. Motivasi kali ini disampaikan oleh temennya mas Arya, dan Mas Arya kemaren pas aku tanya gak pake nangis-nangis kan mas gitu mas Arya jawab ya enggak lah,, ehhh taunya malah pada nangis deh,, dari panitia juga kebanyakan ikut nangis, apalagi saat Andre disuruh untuk maju ke depan mengungkapkan unek-unek dan cita-cita yang akan dicapainya. Menjadi pemain sepak bola Nasional adalah cita-cita Andre, tetapi Andre ini anaknya pemalu, jadi kalo ditatap sama orang yang lebih dewasa, matanya berkacca-kaca gituuu...( lebay ya? hohohohohho"_")
Masuk ke acara yang ditunggu-tunggu nih, permainan, seperti permainan pada umumnya, tepok air, tapi yang ini memakai kain sarung juga. Satu regu terdiri dari 4 orang, dan bertiga masuk ke dalam sarung, yang satunya siap-siap memukul air setelah dipakaikan penutup mata oleh temannya yang jalan dengan sarung.
Awalnya aku ga kepikiran kalau mereka akan seantusias itu. Aku pikir permainan ini akan garing sekering-keringnya tanah yang ga pernah kesiram sama air hujan ( ahhh... lebay banget deh gue). Namun, yang terjadi malah senaliknya. Anak-anak sangat antusias bermain, ahahaaa... melihat mereka tertawa lepas membuat hati setiaporang yang melihat pasti ingin menangis bahagia tentunya. kenapa??? Karena mereka bisa meraskan kebersamaan bersama orang lain, yang kurang bisa mereka dapatkan setiap saat. tawa bahagia terpancar di bibir mereka. Semua menjadi satu menikmati suasana penuh keceriaan. Tidak hanya permainan yang disuguhkan unutk anak-anak, ada pertunjukan sulap yang ditampilkan oleh Mas Arya sang ilussionis( alahhh, apaan sih :p). ehehee
Dan anak-anak juga suka karena mereka mendapat hiburan baru. setelah lelah bermain dan tertawa riang gembira, tibalah saatnya solat dan makan siang. Solat berjamaah dan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Makan bersama seperti ini siapa yang tidak mau sih? Saling berbagi kebersamaan, dan ada beberapa adik kecilku yang minta disuapin sama Mb Laras dan Mb Astri.


Mungkin itu aja yang bisa kau bagi ke kalian semua. semoga ceritaku ini bikin kalian terbuka dengan adik-adik yang kurang akan kasih sayang dan kangen akan kebersamaan dan mereka ingin tertawa bersama menikmati indahnya hidup:-)


~CHO HYE WOOK~