Sabtu, 21 April 2012

mencari jalan

langit malam tak seindah malam kemarin,
tak menampakkan sinar bulan dan cahaya bintang,
terasa enggan menyinari bumi yang basah dengan hujan,
awan hitam menghalangi mereka untuk nampak,
begitu tak sedap dipandang mata,
tapi, indah untuk mereka yang merasakan seperti bumi ini,
turun hujan di pelupuk mata,
membasahi relung pipi yang kian basah,
menanti kehadiran sang pemilik cahaya,
entah kapan datang menemani diri yang kesepian,
yang masih bersembunyi di sana,
entah di mana,
di relung hati yang begitu dalam terasa sepi, sendiri, ddan sunyi yang kurasakan,
dimana aku harus berlari?
mencari tempat yang bisa kujadikan pelarian dan pelampiasan,
tuhan, bantu diri ini,
bantu diri ini untuk bisa bangkit,
dan memulai kehidupan yang lebih baik,
melupakan kehidupan yang kelam,